Kamis, 03 Mei 2012

Pendidikan Di Finlandia

Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Findlandia.
Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, di mana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lain, khusus Indonesia? Jawabannya, kemandirian siswa dan gurunya.
Di Finlandia, kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.
Setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.
Sistem inilah yang dipertahankan Finlandia hingga berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasional.
Fantastik, dalam evaluasi belajar, angka ketidaklulusan secara nasional tidak pernah melebihi dua persen pertahun. Finlandia tidak mengenal istilah ujian semester, apalagi ujian nasional layaknya di tanah air.
Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah. Setiap sekolah, bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulum sendiri.
Jadi jangan pernah berhayal, guru-guru di Finlandia disibukkan mengejar target tertentu karena selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.
Jadi, di Finlandia siapapun presiden dan menteri tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan hanya berupa  dukungan finansial dan legalitas.
Guru berwewenang karena dipandang sebagai sosok yang paling mengerti tentang pendidikan Finlandia masa kini dan datang.
Sistem ini berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan hiruk-pikuknya politik nasional.
Keseriusan Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan dibuktikan dengan diterapkan kebijakan gratis sekolah 12 tahun.
Bila di tanah air setiap tahun selalu ada perubahan guru, tidak demikian halnya di Finlandia. Jangankan berganti, bahkan setiap kelas akan diasuh tiga guru sekaligus.
Dua bertindak sebagai guru mata pelajaran, sedangkan satu lagi menjadi pengawas dan pembimbing setiap siswa dalam memahami setiap bidang studi.
Jadi, bila di Indonesia belajar 12 tahun, berarti mengenal belasan bahkan puluhan guru, maka di Finlandia selama 12 tahun setiap kelas hanya dibimbing tiga guru.
Guru-guru Finlandia merupakan lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di sana.
Itulah sebabnya guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya, bahkan bisa dikatakan kurang memadai. Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya, karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi guru. (dari detikcom)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost